kehamilan ektopik

Kehamilan Ektopik Itu?

kehamilan ektopik dan bagaimana cara mengetahuinya?

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berkembang di luar rahim, biasanya di dalam tuba falopi. Situasi ini membahayakan nyawa karena dapat menyebabkan pecahnya tuba falopi jika kehamilan berkembang. Perawatannya harus dilakukan dengan cara operasi atau melalui obat-obatan. Namun, aborsi medis tidak dapat mengobati kehamilan di luar rahim!

Read more

cara mengetahui infeksi pasca aborsi

Infeksi Pasca Aborsi

Infeksi yang berhubungan dengan aborsi medis sangatlah jarang. Apabila Anda merasa lemas, mual, muntah, diare, demam yang berlangsung lebih dari 24 jam atau lebih dari 38 derajat celcius, nyeri di bagian perut, jika perut terasa sakit atau lunak, jika pendarahan berat atau lama, jika keputihan berbau tidak enak, Anda mungkin mengalami infeksi dan harus segera ke dokter. Infeksi dapat diobati dengan antibiotik.

Read more

alasan wanita memilih aborsi

Alasan Wanita Memilih Aborsi

Seorang wanita yang memilih untuk aborsi pasti memiliki banyak alasan. Salah satunya adalah karena dia belum siap untuk melahirkan dan menjadi orangtua. Mungkin wanita tersebut tidak mendapat dukungan dari keluarga atau karena terjadi diluar nikah sehingga kehamilan tidak diinginkan. Menjadi seorang ibu dia harus keluar dari sekolah atau perkuliahan bahkan ada yang harus berhenti dari pekerjaannya.

Read more

dokter aborsi klinik aborsi aman

Dokter Aborsi Kandungan

Dokter kandungan di Klinik Aborsi Aman adalah dokter dengan spesialisasi kesehatan sistem reproduksi wanita. Dokter yang sering juga disebut sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau disingkat ‘obgin’ inilah yang utamanya berperan dalam membantu memeriksa ibu hamil, membantu persalinan, dan perawatan setelah persalinan.

Dokter Kandungan Bukan Sekadar Menangani Persalinan

SpOG adalah gelar yang disandang para dokter kandungan, merupakan kependekan dari Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan). Pendidikan  dokter SpOG dan sub-spesialisasinya (SpOG (K) kurang lebih 10-13  tahun tentu membuat mereka andal di bidangnya. Anda dapat memeriksakan kesehatan sistem reproduksi maupun kandungan baik pada SpOG maupun SpOG (K). Di Indonesia,  organisasi yang beranggotakan para dokter kandungan dinamakan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi (POGI).

Apa perbedaan antara obstetrik (kebidanan) dengan ginekolog (kandungan)? Obstetrik (kebidanan) menangani berbagai hal seputar perencanaan kehamilan,kehamilan dan persalinan, termasuk menangani komplikasinya. Sementara ginekolog adalah perawatan organ reproduksi wanita seperti vagina, rahim, tuba falopi, indung telur, dan leher rahim. Dokter ini juga menangani gangguan lain seperti masalah kesuburan, menopause, penggunaan alat kontrasepsi, dan keguguran berulang.

Seorang dokter kandungan berperan membantu pasien menjaga kesehatan dan mendeteksi gangguan seputar organ reproduksi, menjalankan operasi pada organ panggul, menangani penyakit-penyakit pada organ reproduksi, seperti infeksi hingga kanker contohnya kanker serviks. Pada umumnya di seluruh dunia dokter SpOG menangani baik kebidanan maupun kandungan. Meski demikian ada juga yang menangani satu bidang saja.

Menemukan Dokter yang Dipercaya

Membicarakan dan memeriksakan sistem reproduksi bisa menjadi hal yang membuat sebagian orang merasa tidak nyaman dan ketakutan. Ini sebabnya menemui dokter aborsi kandungan pun dapat menjadi momen yang membuat sebagian orang merasa gugup atau malu. Padahal di luar masa kehamilan, memeriksakan organ reproduksi secara teratur menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan sistem tersebut.

Berikut beberapa hal yang dapat menjadi panduan untuk memilih dokter kandungan:

Mencari referensi

Wajar jika Anda tidak ingin sembarang orang menyentuh bagian paling sensitif dari tubuh. Maka dari itu temukan dokter aborsi yang dapat Anda percaya dengan bertanya pada anggota keluarga, teman, atau dokter umum Anda. Sebagian wanita juga merasa lebih nyaman jika diperiksa oleh dokter wanita dibanding laki-laki. Beberapa pasien juga hanya dapat merasa cocok dengan karakter dokter tertentu saja. Anda juga dapat menemukan rekomendasi nama dokter dari berbagai grup kesehatan di dunia maya.

Riwayat kesehatan Anda

Jika Anda memiliki penyakit kronis lain seperti gangguan jantung, tekanan darah tinggi, diabetes atau komplikasi lain yang memerlukan penanganan khusus, maka sebaiknya Anda mencari dokter yang memiliki pengalaman dalam menangani penyakit serupa. Kondisi-kondisi tersebut membuat Anda berada pada risiko tinggi saat mengandung dan melahirkan. Situasi ini juga membuat Anda perlu mempertimbangkan pilihan rumah sakit jika ingin bersalin.

Keputusan-keputusan yang diambil dokter

Cermati sudut pandang dan tipe keputusan yang diambil sang dokter berkaitan dengan hal-hal yang menurut Anda penting, seperti inisiasi menyusui dini (IMD), episiotomi (suatu teknik dalam kebidanan untuk membantu melebarkan jalan lahir), dan melahirkan normal. Dengan demikian, Anda akan merasa lebih nyaman karena tahu pilihan-pilihan Anda akan mendapat dukungan.

Memilih dokter = Memilih rumah sakit

Dokter kandungan dapat membuka praktik di rumah sakit, klinik, atau di tempat praktik pribadi. Namun pada umumnya dokter kandungan menjalankan praktik di rumah sakit tertentu. Sehingga saat Anda memilih dokter, berarti Anda biasanya juga memilih rumah sakit tempat Anda akan menjalankan pemeriksaan laboratorium hingga prosedur besar seperti persalinan. Jadi pastikan rumah sakit yang Anda pilih juga sesuai dengan kebutuhan Anda.

Ajukan pertanyaan berikut pada diri sendiri saat Anda mencari dokter dan juga rumah sakit/Klinik:

  • Di klinik atau rumah sakit mana saja ia menjalankan praktik? Apakah lokasinya mudah diakses dari lokasi Anda?

  • Apakah di tempat ia praktik asuransi kesehatan Anda dapat diterima?

  • Apakah jam praktiknya sesuai dengan jam kerja Anda?

Jika sang dokter tidak bisa menangani Anda di saat tertentu, siapakah yang dapat menggantikannya? Jika Anda memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mempersiapkan persalinan, penting untuk mengetahui apakah dokter tersebut lah yang juga akan menjalankan proses persalinan. Jika tidak, pastikan Anda mengetahui siapa dokter yang akan memproses persalinan Anda.

Cek kenyamanan Anda

Berikut beberapa pertanyaan dasar untuk diajukan ke diri sendiri:

  • Apakah Anda merasa nyaman dan mudah untuk mengajukan pertanyaan?

  • Apakah dokter memberikan penjelasan yang Anda butuhkan?

  • Apakah dokter kandungan tersebut mendengarkan dan menghargai kebutuhan serta harapan Anda?

  • Apakah dokter tersebut dapat dengan mudah ditemui sesuai kebutuhan Anda?

Kapan dan Bagaimana Proses Pemeriksaan pada Dokter Kandungan?

Anda tidak perlu menunggu hamil untuk memeriksakan kesehatan reproduksi Anda. Jika dibutuhkan, para ahli menyarankan remaja berusia 15 tahun atau mereka yang sudah aktif secara seksual untuk memeriksakan diri pada dokter obgin secara berkala.

Pemeriksaan oleh dokter kandungan umumnya dilakukan setahun sekali. Anda dapat menggunakan kesempatan ini untuk menanyakan berbagai hal yang mungkin mengganggu seperti menstruasi yang tidak teratur, penetrasi seksual yang terasa nyeri, dan sebagainya.

Hindari melakukan hubungan seksual dalam waktu 24 jam sebelum memeriksakan diri. Aktivitas seksual dapat merusak jaringan vagina dan mempengaruhi hasil pap smear.

Gambaran umum tahapan pemeriksaan di dokter kandungan berikut diharapkan dapat memberikan pemahaman awal agar Anda dapat lebih siap dan tidak terkejut saat menjalani pemeriksaan:

  • Pemeriksaan pada dokter kandungan umumnya diawali dengan pemeriksaan kesehatan umum seperti tekanan darah dan tes darah / urine.

  • Anda diharapkan berganti pakaian dengan baju pemeriksaan.

Dokter akan menanyakan pertanyaan umum seputar riwayat penyakit keluarga dan diri Anda sendiri. Berikut hal-hal yang mungkin ditanyakan oleh dokter kandungan:

  • Apakah terdapat perubahan cairan vagina.

  • Apakah Anda mengalami gangguan menstruasi.

  • Apakah Anda sudah berhubungan seksual secara aktif, dan seberapa aktif.

  • Apakah ada gangguan dalam berhubungan seksual.

  • Apakah pernah mengalami penyakit menular seksual.

  • Metode kontrasepsi yang digunakan.

  • Jumlah pasangan dalam berhubungan seksual, baik di masa sebelumnya atau di masa sekarang.

  • Dokter kandungan akan memeriksa bagian luar vagina, yaitu mulut vagina dan vulva.

Diteruskan dengan pemeriksaan sistem reproduksi menggunakan spekulum untuk melihat bagian dalam vagina dan leher rahim. Spekulum dimasukkan saat kedua kaki menekuk dengan kedua lutut terbuka. Anda mungkin akan merasakan tekanan pada vagina selama pemeriksaan.

Dokter aborsi kandungan akan mengambil sampel sel dari leher rahim menggunakan sikat kecil. Sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium untuk deteksi kemungkinan ketidaknormalan seperti kanker serviks. Jika dibutuhkan, dokter barangkali juga akan memeriksa kemungkinan penyakit lain seperti penyakit menular seksual.

Dokter akan menempatkan 1 – 2 jarinya (dibungkus sarung tangan) ke dalam vagina, untuk merasakan leher rahim, tuba falopi, maupun rahim Anda, sementara tangan lain menekan bagian perut bawah. Jika dibutuhkan, ia barangkali juga akan memeriksa dubur.

Dokter aborsi kandungan juga bisa memeriksa payudara untuk mendeteksi adanya benjolan.

Berkonsultasi dengan Dokter Kandungan

Berikut beberapa sisi positif menggunakan jasa dokter kandungan untuk menangani persalinan dan gangguan kesehatan reproduksi:

  • Telah menempuh pendidikan spesialis untuk menangani berbagai komplikasi seperti plasenta previa atau preeklamsia.

  • Telah menempuh pelatihan pembedahan seperti operasi caesar, jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

  • Pasien umumnya terhubung dengan teknologi medis seperti USG.

Meski demikian, di sisi lain sebagian wanita mungkin menginginkan persalinan alami dengan sedikit campur tangan medis, termasuk penanganan dari dokter kandungan. Dokter kandungan umumnya sangat dibutuhkan saat persalinan berisiko tinggi. Sementara sekitar 60 – 80% persalinan berisiko rendah.

Di samping itu, seperti semua profesi lainnya, tidak semua dokter kandungan bekerja sesuai harapan Anda. Berikut beberapa sisi negatif jika Anda ditangani oleh dokter yang tidak sejalan dengan kebutuhan:

  • Biaya persalinan dan perawatan selama kehamilan relatif lebih tinggi.

  • Kemungkinan untuk menjalani operasi caesar lebih tinggi.

  • Meningkatnya risiko induksi, episiotomi, ataupun persalinan karena penggunaan alat bantu.

  • Ada kemungkinan persalinan tidak bisa diadakan di tempat yang Anda pilih seperti rumah sakit ibu dan anak (RSIA), apalagi di rumah.

Jika setelah diteliti kembali ternyata Anda memang merasa tidak cocok dengan dokter kandungan Anda saat ini, tidak perlu ragu untuk mencari alternatif dan beralih ke dokter kandungan lain yang mungkin lebih sesuai.

Jika anda sedang dalam masalah kehamilan yang tidak diinginkan dan Mau tidak mau harus menghentikan kehamilan atau Aborsi. Klinik Aborsi Jakarta melayani solusi aborsi aman tanpa efek samping di Klinik Aborsi yang Benar Klinik Kandungan Dengan Ditangani Oleh dokter aborsi obgyn. Alat Medis yang dijamin steril dan klinik yang memiliki beberapa Set Alat Medis sehingga alat Medis Benar-benar steril tanpa resiko efek samping dikemudia hari.

Tips Cara Memilih Klinik Aborsi Yang Aman

Tips Memilih Klinik Aborsi

Ada Beberapa Tips bagaimana cara memilih klinik aborsi atau tempat aborsi yang aman, pada dasarnya kita harus melakukan seleksi. Dengan begitu kita dapat membandingkan mana tempat aborsi yang profesional dan mana klinik aborsi yang abal-abal.

Read more

cara menggugurkan kandungan

Cara Menggugurkan Kandungan Dengan Prosedur Medis

Menggugurkan kandungan alias aborsi sering diidentikkan dengan mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan dan merupakan perbuatan yang ditentang banyak orang. Padahal, dalam kasus tertentu, aborsi bisa jadi pilihan terbaik untuk ibu dan janin di dalam kandungan. Terdapat beberapa cara menggugurkan kandungan yang dapat dilakukan di klinik atau rumah sakit ketika ditemukan indikasi medis pada kehamilan Anda. Prosedur yang akan dijalani biasanya bergantung pada usia kehamilan Anda. Simak berbagai cara menggugurkan kandungan secara medis dalam artikel ini.

Read more

Cara Cepat Aborsi Kandungan Yang Aman Menurut Dokter

Cara Cepat Aborsi Kandungan Menurut Dokter

Cara menggugurkan kandungan aman menurut dokter bagi usia kandungan yang baik untuk usia 1 2 3 4 5 6 bulan secara aman menurut dokter, Disini kita akan membahas dengan jelas tentang prosedur yang sudah ada.

Read more

Metode Aborsi Aspirasi Vakum Manual

Aborsi Aspirasi Vakum Manual

Aborsi Aspirasi Vakum Manual adalah prosedur pembedahan yang aman, lembut dan efektif yang sering dianggap sebagai cara optimal untuk mengakhiri dan awal kehamilan 3 – 7 minggu.

Para dokter di klinik aborsi dilatih khusus dalam perawatan aborsi dini dan melakukan prosedur dalam rentang waktu 2-5 menit. aborsi aspirasi menggunakan pengisapan lembut untuk secara alami mengangkat jaringan kehamilan ke dalam perangkat genggam. Salah satu aspek terbesar dari Aborsi Aspirasi Vakum Manual adalah waktu pemulihannya instan. Wanita meninggalkan pusat klinik aborsi kami dan dapat segera kembali ke kegiatan normal mereka.

Ketika perdarahan terjadi seringkali ringan, kurang dari pendarahan yang terjadi selama suatu periode. Salah satu efek samping dari prosedur ini adalah kram, namun kram hanya berlangsung dalam waktu singkat dan dianggap kram ringan bagi kebanyakan wanita. Aborsi Aspirasi tidak melibatkan pengikisan dan parut pada lapisan rahim..

Read more

bahaya obat aborsi

Bahaya Obat Aborsi Tanpa Pengawasan Dokter

Praktik aborsi atau menggugurkan kandungan di Indonesia adalah tindakan medis yang diatur dalam undang-undang. Aborsi hanya boleh dilakukan jika ada kondisi darurat medis yang membahayakan ibu atau janin serta bagi korban perkosaan. Di luar itu, aborsi dianggap ilegal. Oleh karenanya, banyak wanita yang terhimpit situasi memilih jalan pintas melakukan aborsi ilegal yang tidak aman. Salah satu caranya adalah pakai obat aborsi tanpa pengawasan dokter.

Read more

apa sih kuret itu

Apa Sih Kuret Itu?

Kuret, pasti Anda pernah mendengar istilah ini, terutama bagi Anda kaum hawa. Kuret erat hubungannya dengan keguguran. Setelah ibu hamil mengalami keguguran, ibu akan dikuret untuk membersihkan rahim. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai kuret, sebaiknya simak penjelasan berikut.

Apa sih kuret itu?

Kuret dalam bahasa medis biasanya dikenal dengan nama D&C (dilation and curettage) atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan dilasi dan kuretase. Kuret atau kuretase tidak bisa terlepas dari prosedur dilasi yang dilakukan sebelumnya. Dilasi dan kuretase merupakan prosedur operasi yang sering dilakukan setelah wanita mengalami keguguran pada usia kandungan trimester pertama.

Dilasi mengacu pada pembukaan atau pelebaran leher rahim, karena leher rahim ibu tentu tidak terbuka sendiri setelah mengalami keguguran. Pada saat melahirkan, tubuh ibu secara otomatis merangsang pelebaran leher rahim dan juga dengan bantuan dari dorongan kepala bayi. Sedangkan, pada saat keguguran, tubuh ibu tidak merangsang pelebaran leher rahim, sehingga perlu dilakukan dilasi untuk membuka leher rahim. Setelah dilasi, maka selanjutnya akan dilakukan kuretase. Kuretase mengacu pada pengambilan dan pembersihan isi rahim dari jaringan abnormal.

Kapan kuret perlu dilakukan?

Ternyata bukan saja setelah keguguran, dilasi dan kuretase perlu dilakukan juga pada saat:

  • Aborsi atau setelah melahirkan

    Dilasi dan kuretase perlu dilakukan untuk membuang jaringan dalam rahim selama atau setelah keguguran atau aborsi. Sedangkan, setelah melahirkan, dilasi dan kuretase perlu dilakukan untuk membuang sisa-sisa dari plasenta. Pembersihan ini dilakukan untuk mencegah infeksi atau perdarahan hebat.

  • Mendiagnosis atau mengobati kelainan rahim

    Dilasi dan kuretase dapat membantu mendiagnosis atau mengobati pertumbuhan kelainan jaringan pada rahim, seperti fibroid, polip, endometriosis, ketidakseimbangan hormonal, atau kanker rahim. Sampel dari jaringan rahim yang berhasil diambil akan diperiksa untuk mengetahui kelainan sel rahim.

Bagaimana kuret dilakukan?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, prosedur pertama yang dilakukan adalah dilasi dan kemudian kuretase. Semua prosedur ini biasanya membutuhkan waktu selama 15-30 menit. Berikut ini merupakan langkah-langkah yang biasanya dilakukan saat proses kuret.

  • Dilasi

    Atau pelebaran dilakukan untuk bisa mencapai rahim. Dokter akan membuka vagina Anda dan kemudian melebarkan leher rahim Anda secara perlahan, sehingga dokter bisa mencapai rahim Anda. Untuk membantu melebarkan leher rahim Anda, mungkin dokter akan memasukkan laminaria (batang ramping) ke vagina Anda untuk melebarkan leher rahim secara perlahan atau Anda akan diberikan obat yang dapat melunakkan leher rahim, sehingga mudah untuk dilakukan pelebaran. Agar Anda tidak merasa kesakitan, mungkin dokter akan memberikan obat yang membuat Anda mati rasa.

  • Kuretase

    Setelah proses dilasi selesai, dokter akan mencapai rahim Anda, dan pada saat ini dokter akan menggunakan alat khusus untuk kuretase atau kuretase hisap (biasa dikenal dengan vakum aspirasi) yang berfungsi untuk membersihkan rahim Anda. Dokter akan menggoreskan alat ini ke lapisan dinding rahim Anda secara perlahan, sehingga jaringan abnormal yang ada di rahim Anda bisa dibersihkan.

Apa yang akan terjadi pada ibu setelah kuret?

Sama seperti setelah melahirkan, Anda juga akan merasakan sedikit sakit setelah menjalani prosedur dilasi dan kuretase. Anda akan merasakan kram dan mengalami perdarahan kecil, seperti bercak darah. Hal ini adalah hal yang normal Anda rasakan.

Proses pemulihan setelah dilakukannya dilasi dan kuretase tergantung dari jenis prosedur yang dilakukan dan jenis anestesi (bius) yang diberikan. Bisa pulih dalam waktu beberapa jam saja atau bisa lebih dari satu hari.

Setelah melakukan kuret, Anda lebih baik untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda terlebih dahulu selama setidaknya 2 minggu atau sampai perdarahan Anda berhenti. Selain itu, sebaiknya batasi aktivitas Anda, seperti jangan dulu melakukan aktivitas berat atau mengangkat beban berat.

Periode menstruasi Anda mungkin akan terjadi lebih awal atau terlambat dari waktu biasanya. Hal ini disebabkan karena lapisan rahim Anda telah dikikis dan membutuhkan waktu untuk membangunnya kembali.

Apakah terdapat risiko atau komplikasi setelah kuret?

Dalam kasus yang sangat jarang, sekitar hanya 16% wanita yang pernah menjalani kuret dapat membentuk jaringan parut di dalam rahim atau di sekitar leher rahim. Hal ini disebut sebagai sindrom Asherman, dapat menyebabkan ketidaksuburan dan perubahan siklus menstruasi.

Untuk menyembuhkan sindrom ini, Anda dapat melakukan operasi lagi untuk menghilangkan jaringan parut tersebut. Kemungkinan besar Anda akan sembuh dan dapat memperbaiki masalah ini.

Jika Anda keguguran pada usia kehamilan di atas 20 minggu, kemungkinan Anda mengembangkan jaringan parut atau mengalami komplikasi lainnya, seperti perdarahan berat, infeksi, dan perforasi dinding rahim, akan lebih besar. Hal ini terjadi karena rahim mengembang lebih besar dan lebih tipis selama kehamilan.

Komplikasi mungkin jarang terjadi. Namun, sebaiknya periksakan segera ke dokter jika Anda mengalami hal sebagai berikut:

  • Perdarahan atau penggumpalan darah berat atau berkepanjangan
  • Demam
  • Nyeri abdomen
  • Keputihan berbau busuk dari vagina

Apakah kuret dapat mempengaruhi kesempatan untuk hamil lagi?

Tidak sama sekali. Melakukan kuretase setelah keguguran tidak akan mengurangi kesempatan Anda untuk hamil lagi. Bahkan, kesempatan Anda untuk hamil lagi setelah mengalami keguguran dan melakukan kuretase akan sama seperti Anda tidak pernah mengalami keguguran. Berdasarkan penelitian American College of Obstetrics and Gynecology, sekitar 65% wanita yang telah mengalami keguguran sebanyak 4 kali berturut-turut berhasil untuk hamil lagi sampai ia melahirkan anak.

Klinik Aborsi Aman Jakarta menyarankan agar sebaiknya menunggu sampai tiga siklus menstruasi setelah melakukan kuretase sebelum Anda mencoba untuk hamil lagi. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu kepada rahim untuk membangun kembali lapisannya, sehingga keadaan rahim sudah sehat ketika Anda hamil lagi.